Wisata

Mengenali Aneka Masalah pada Dinding Rumah Anda

23

Pernahkah anda menyadari ada aneka masalah pada dinding rumah yang dapat mengganggu penampilannya. Sebagai salah satu bagian utama dari griya, sudah barang tentu dinding rumah memiliki kontribusi yang besar dalam penampilan rumah anda secara keseluruhan. Tak heran bila banyak orang yang memutuskan melakukan renovasi dinding rumah saat mereka bosan dengan penampilan rumah yang lama.

Keputusan mengecat ulang perlu dipertimbangkan bila dinding rumah anda menunjukkan masalah yang merusak performanya. Dalam hal ini anda juga harus mengatasi sumber masalahnya dan mencegahnya kembali mengganggu penampilan dinding rumah anda. Berikut aneka masalah pada dinding rumah yang sering terjadi dan bagaimana cara mengatasinya.

Masalah Dinding Lembab

Cermati hal-hal yang dapat menimbulkan kelembaban pada dinding dan upayakan mengatasi sumber masalahnya seperti kebocoran pipa air dalam dinding, rembesan air hujan, limpahan air dari talang, dan lain-lain. Dinding yang lembab akan membuat cat yang baru tak dapat menempel dengan baik akibatnya cat akan menggelembung, mengelupas, atau menimbulkan bercak-bercak yang tak sedap dipandang mata.

Cara mengatasinya, kelupas cat yang lama dengan amplas, lapisi dinding dengan waterproof sealer yang tahan air. Lapisan ini menahan air agar tak merembes ke dinding sehingga cat baru dapat menempel dengan baik. Pastikan lapisan sealer sudah kering sebelum anda mengaplikasikan cat dinding yang baru.

Masalah Jamur pada Dinding

Ini adalah masalah lanjutan dari kelembaban pada dinding. Jamur perlu dihilangkan terlebih dahulu sebelum anda mulai mengecat ulang dinding rumah. Basmi jamur dengan larutan fungisida yang dibiarkan sekitar 24 jam agar jamur benar-benar mati.

Bersihkan jamur sampai ke akarnya dengan cara menyikat dinding. Bilas dinding untuk membersihkan sisa jamur dan menetralkan efek zat kimia fungisida pada dinding. Setelah kering beri lapisan waterproof sealer dan anda dapat mulai mengecat dinding rumah anda lagi.

Chalking atau dinding yang mengapur terjadi akibat cat berkualitas rendah yang banyak mengandung zat pengisi (filler) berupa “tepung”. Anda dapat meminimalkan kapur yang ada dengan cara mengusap dinding dengan lap basah. Keringkan, beri lapisan waterproof sealer, dan anda siap mengecat ulang area tersebut.

Masalah Cat Dinding yang Mengelupas

Flaking atau cat yang mengelupas tentu sangat mengganggu performa dinding anda. Pengerjaan dinding yang kurang baik, kelembababan, atau pengapuran dapat mengakibatkan cat mengelupas. Kerok cat yang mengelupas dengan kape sampai bersih sebelum menambahkan sealer dan cat yang baru.

Larutan asam klorida (HCl) atau paint remover bisa digunakan untuk cat lama yang sulit lepas. Gunakan hanya dalam kondisi terpaksa karena zat ini mengandung bahan kimia yang berbahaya bagi lingkungan. Andapun harus mencuci dinding sampai benar-benar bersih dari paint remover untuk membersihkan sisa-sisa bahan kimia dan mencegah cat yang baru terkelupas akibat bereaksi dengan sisa-sisa paint remover.

Sekalipun anda memahami teknik pengecatan dinding rumah dengan baik, hasil yang dicapai tak akan optimal bila anda mengabaikan aneka masalah pada dinding rumah anda.

Related Posts

Recent Post

  • Travel Malang Juanda – Informasi Jalur Wisata Menuju Pulau Sempu

    Share this:   Pulau Sempu – Pulau Sempu merupakan salah satu destinasi wisata yang ada di kota Malang yag sedang happening saat ini. Pulau Sempu ini merupakan sebuah pulau kecil yang letaknya di bagian selatan pulau Jawa. Secara administratif, alamatnya di Desa Tambakrejo, Kec. Sumbermanjing Wetan, Kab. Malang. Sebenarnya, pulau ini merupakan kawasan cagar alam….

  • Bisnis rumahan Sablon

    Bisnis rumahan Sablon

    Share this: Teknik menyablon adalah teknik mencetak tinta diatas suatu media dapat berupa kain seperti dalam baju, kaos, dan/atau topi dengan bentuk bervariasi sesuai keinginan penyablon. Tekik penyablonan ini dibagi menjadi sablon manual dan sablon digital, dimana sablon digital atau digital printing merupakan teknik penyablonan yang menggunakan alat-alat elektronik dalam prosesnya sedangkan sablon manual atau…